Showing posts with label 2012. Show all posts
Showing posts with label 2012. Show all posts

Saturday, March 16, 2013

MPM Unpar 2012/2013


The Governing Body of MPM Unpar 2012/2013


Student Representative Board
Student Representative Board of Unpar (MPM Unpar) is the highest organization in Student Union in Unpar. MPM Unpar consist of representatives from each faculty in order to gathered the students’ aspirations, idea, or needs to get heard by the University for the sack of students’ quality improvements. MPM Unpar members are voted in their faculty by the election (Pemilu PM Unpar) annually. MPM Unpar have two function which are legislative and judicative. The term of period is for one academic year.
The main function of Student Representative Board of Unpar (MPM Unpar) are to accommodate and follow-up students’ aspirations and to control and evaluate the Student Excecutive Board (LKM Unpar) work. 

Values : Persistence, Benevolence, and Integrity. 

Vision : To become the legislative and judicative institutions which upholding the values in MPM Unpar and Unpar thoroughly for the Bonum Commune.  

Mission
1.       Seeks for students’ aspirations
2.       Create the efficient guideline for the students activity (AD/ART)
3.       Strengthen the interrelation in Student Union Unpar
4.       Internalize the value of democracy in student area
5.       Becoming the most accurate information’s source in PM Unpar
6.       Improving the quality of PM Unpar
7.       Supervise the activity and policy taken by PM Unpar in order to be according to the imposed guideline or regulation and the accordance of institutions’ function in regard to PM Unpar

Governing Body
Chair : Finka Hendratantular
Vice Chair : Astian Qintara
Internal Inspector : Eleuterius Evans Anjaru Trikshyean
Staff II : Vincentius Rahmat Djayni
Staff II : Anggi Andrianisari Akbar
Secretary General : Katherine
Home Affairs I : Nadila Agita Safira
Home Affair II : Frida Soedjito
Institutional and Resources Commission : Samantha Maria Matius, Jessica Kencana, Dani Sura Ginting
Student Affairs Commision : Chandra Pratama Sudiro, Irfan Fadhillah, Aryo Gurmilang 
Public Relation Commission : Belliandry, Fajar Kurniadi, Gorivana Ageza
Research and Development Commission : Eduard Derry Christian, Ali Husein, Randy Ozora
 



Saturday, November 10, 2012

Selamat Hari Pahlawan, sahabat!


Puisi Hari Pahlawan 
SATU MIMPI SATU BARISAN
Oleh Wijil Tukul

Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah

Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang

Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak

Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam

Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi

Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang

Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan

Bandung 21 Mei 1992



PEMUDA UNTUK PERUBAHAN
Puisi Ananda Rezky Wibowo

Indonesia Menangis
bahkan tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tak peduli rakyatnya mengemis

Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanyalah khayal
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisah hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan hanya tinggal diam kawan
mari bersatu ambil peranan
sebagai pemuda untuk perubahan...



Selamat Hari Pahlawan, sahabat! 
Lakukan tugasmu, wujudkan mimpimu, kita bisa melanjutkan perjuangan para pahlawan!  

Diskusi Sumpah Pemuda UNPAR 2012, off the record!

Awal September 2012, 

Terpikir olehku untuk mengajak teman-teman mahasiswa memperingati Hari Sumpah Pemuda pada bulan Oktober nanti. Hari Sumpah Pemuda. Penting untuk dimaknai, apalagi oleh anak-anak Unpar yang terlihat semakin aktif. Dan kebetulan sekali,Pak Rektor serta dosen PKH menyambut dengan 'komando' untuk mengadakan Diskusi Sumpah Pemuda. Kuutarakan pada sahabatku, Presma Unpar, dia pun menyambut, tapi sayangnya jadwal dan proker yang padat membuatnya tidak bisa terjun secara langsung dalam kepanitiaan. Akhirnya yang turut dalam kepanitiaan dari LKM adalah Wapresma, MenKesma, dan Dirjen Humas. 

Pencarian Nara Sumber

Idenya adalah, mengundang nara sumber dari luar Unpar yang merupakan 'orang-orang penting' yang inspiratif dan sangat expert dalam topik yang akan kami diskusikan. Namun, karena kesibukan yang ada, ditambah, TOR yang tak kunjung rampung, waktu mempersulit. 
H- 3 minggu, hari efektif kerja dan terasa amat sulit untuk mengundang 'orang-orang penting' tersebut. Mulai dari BJ Habibie, Anies Baswedan, Yenny Wahid, dll. Sulit juga mendapatkan orang yang 'mendorongku' untuk selalu semangat. Sempat merasakan menjadi si single fighter. Ya, semangat, tapi terlihat jelas, hanya formalitas. Itulah yang kurasakan. Sampai akhirnya, aku terus meneguhkan hati dan semangat. Meski sulit dan tidak bisa seperti yang direncanakan pada awalnya. pada H-10 hari pun, aku mendapat nara sumber pertamaku. Karinding Attack, grup band pelestari alat musik tradisional Sunda yang sudah 500 tahun tidak ada yang'menyentuh'. H-9 akhirnya aku mendapat nara sumber keduaku, Bapak Eka Budianta, Budayawan, penulis, dan sastrawan. nara sumber ini didapat dari seorang adik, 2012. 

Masalah Dana yang Aman

Untungnya, selalu ada untung. Kali ini, kami, panitia kecil ini, tidak mendapat kesulitan dana. Universitas sangat mendukung acara kami, sehingga dana yang dibutuhkan pun cukup. Namun, aku tidak ingin hanya bergantung dari Universitas tercinta. Kuajukan kerjasama sponsor dengan ICIP (International Centre for Islam and Pluralism). Lama respon, tetapi, H-2 acara, aku ditelepon, dan pihak ICIP sepakat kerjasama sebagai sponsor, dengan jumlah yang juga tidak sedikit. Terimakasih Tuhan :) 

Super Ngebut, Menclak-Menclok

Rapat persiapan hanya 3 kali, ditambah 1 kali rapat plus GR H-1. Masing-masing kordiv dikejar deadline dengan sangat tidak manusiawi. Logistik harus pesan kursi, sofa, urus venue, bendera,placard, panggung, dll. Publikasi membuat teaser, spanduk, dll dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Dokumentasi, wajib membuat 2 video dalam waktu 1 minggu lebih sedikit. Konsumsi, apalagi Acara, yang selalu di go public-in oleh aku dan Cokorda. Kordiv acara kuambil dari 2012. Yang aku yakin mereka mampu. Ingin sekali memberikan kesempatan dan kepercayaan diri lebih pada mereka supaya kelak mereka tidak akan ragu lagi mengembangkan kompetensi mereka dan pastinya menginspirasi teman-temannya yang lain. Untungnya, kordiv dan panitia yang total 30 orang pas ini semuanya bisa diandalkan. Terimaksih buat Bellix, Dito, Fuadi, Samantha, Ade, Echa, Fajar, serta teman-teman lain yang sibuk membantu dan berpartisipasi aktif. Anak-anak dan partner kerja terbaikku, teman-teman dari MPM yang selalu 'bispak' --> BISA PAKAI, tidak pernah mengecewakanku. Thanks dear! 

H-1, Geladi Resik

Saat-saat yang menyenangkan, aku rasa. 
Pk 20.00 kami, panitia beserta pengisi acara, standby di venue acara, di GSG Unpar untuk melaksanakan Geladi Resik. Melihat latihan Satre, LISTRA, membuat kami semakin bersemangat. Mempersiapkan dekorasi, juga dibantu Said, serta teman-teman MPM lain yang juga tidak termasuk dalam kepanitiaan. Makan Martabak bareng, mengerjakan dekor bareng, dalam suasana kekeluargaan, menyenangkan sekali. Mengecek rundown bersama, dengan melakukan simulasi. Semua menyenangkan. Kudokumentasikan agar momentnya tidak terlupakan. Kira-kira sampai Pk 22.00 kami di GSG, semua sudah siap kecuali meja makan konsumsi yang akan menyusul besok pagi. Semua beres, kulakukan briefing terakhir, dengan tos bersama tentunya, untuk kesuksesan.   







Hari H

Aku pergi membeli bunga dulu, walaupun dengan mood yang agak terganggu karena sesuatu. Tapi kupaksakan untuk tetap fokus dan bersemangat serta berpikiran positif, juga untuk menciptakan aura positif. Segala persiapan sudah dilakukan dengan sangat maksimal, broadcast message BB serta twitter menjadi publikasi terakhir sudah kulakukan. Tinggal giliranku menyiapkan kata sambutan. Kata Sambutan yang sederhana kali ini. Aku dan Said menjemput Rektor dan jajarannya. Kulihat peserta mulai berdatangan dan ternyata cukup ramai! Senangnya! Untuk persiapan yang singkat, peserta yang hadir dapat dikatakan sangat baik dan aktif. Mereka antusias mengikuti diskusi, amat menyenangkan melihatnya. Flownya cukup menarik, meski acara diskusi terlampau lama dan ada topik yang kurang masuk. Secara keseluruhan : INI LUAR BIASA!! 






Evaluasi

Semua berjalan lancar, banyak yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Diskusi ini. Feedback yang baik. Tinggal bagaimana nanti moment ini dijadikan trigger buat acara-acara berikutnya. 

Sampai Jumpa di Acara Berikutnya Tahun Depan! Hidup PM UNPAR, Salam Mahasiswa!

Sunday, October 7, 2012

Kepemimpinan dan Mahasiwa : Suatu Refleksi

Kepemimpinan dan Mahasiwa : Suatu Refleksi

Finka Hendratantular
Sabtu, 6 Oktober 2012


Pada era yang serba cepat, serba modern, dan serba canggih ini, kata yang biasa kita kenal dengan ‘informasi’ menjadi teramat sangat mudah untuk disebarluaskan. Media elektronik, khususnya dengan kecanggihan resolusi gambar bergerak atau video, yang dilengkapi dengan suara yang dapat disaksikan dan didengar langsung oleh para penontonnya, menjadi media yang sangat cocok dan pas untuk menggugah dan mempengaruhi pendapat, pola pikir, bahkan sikap seseorang.

Memang, di era demokrasi ini, atmosfer untuk bersuara, berpendapat, dan berekspresi agaknya sangat adem dan nyaman. Maksudnya, teramat bebas bagi kita untuk menyuarakan pendapat kita di ruang publik, tanpa takut disalahkan, tanpa takut diculik, atau dibunuh, seperti pada era orde baru. Pada masa orde baru, demokrasi itu palsu, tidak ada ketenteraman di hati dan pikiran rakyat Indonesia. Kehidupan berpendapat dilandasi oleh rasa takut. Tidak bisa kita bersuara. Pikiran ini hanya membeku saja terbawa oleh waktu. Tidak dikeluarkan, tidak dipresentasikan, tidak diekpresikan. Kemajuan yang teramat sangat sejak kemunculan era reformasi yang menjadi titik tolak bangkitnya iklim demokrasi di Indonesia.

Sekilas Mahasiswa
Mahasiswa adalah generasi muda yang dianugerahi semangat tinggi yang menggelora dalam berekspresi. Mahasiswa memiliki kemampuan intelektualitas yang cukup tinggi untuk mengungkapkan stancenya terhadap suatu fenomena. Mahasiswa juga jiwa yang bebas, berani, dan selalu mengungkapkan antara hitam atau putih, bukan abu-abu. Mahasiswa itu memiliki kelebihan berani mencoba dan tidak takut salah.

Namun, perlu juga kita sadari dan pahami bahwa hal yang diatas merupakan gambaran mahasiswa secara umum. Selalu ada keanekaragaman, selalu ada detail dan selalu ada berbagai macam jenis atau tipe. Begitu juga dengan mahasiswa. Dikutip dari pernyataan seorang tokoh nasional, yang juga merupakan tokoh intelektual, pemuda terbaik bangsa Indonesia, Bapak Anies Baswedan, setiap jamannya, selalu ada berbagai macam karakter mahasiswa di Indonesia. Berikut adalah tipe-tipe mahasiswa di jaman Bapak Anies :
Mahasiswa yang pertama adalah mahasiswa hedonis- konsumtif, mereka pergi kuliah naik mobil dan tidak pusing memikirkan ‘uang bulanan’ disaat mahasiwa lain masih jalan kaki atau naik sepeda. Yang kedua adalah mahasiswa profesional - individualis, kerjaannya kuliah saja tidak perduli yang lain, menyiapkan diri untuk masa depan, professional tapi individualis. Ketiga, mahasiswa kita istilahkannya asketis religius, asketis religius ini dipikirannya hanya agama saja. Keempat adalah mahasiswa yang aktivis, nilai minim, aktif sana-sini. Kelima, mahasiswa yang istilah kita adalah protarian, merasa dirinya sebagai ekspresi kemiskinan, ekspresi penderitaan rakyat kecil. Selanjutnya ada mahasiswa yang kecendrungannya adalah melakukan kajian, lalu seakan-akan setelah melakukan kajian secara mendalam maka problem masyarakat itu selesai. 

Mungkin, dengan semakin berkembangnya zaman, karakter mahasiswa Indonesia tidak lagi persis seperti apa yang dikatakan oleh Bapak Anies Baswedan. Namun, pointnya disini adalah, mahasiswa itu beragam, mahasiswa itu memiliki interest yang berbeda-beda dan tidak dapat di generalisasi.
Di masa aktifnya sebagai mahasiswa, kategori mahasiswa aktivis kini dapat dideskripsikan sebagai berikut :  mereka merupakan orang terpilih yang dinyatakan kompeten dan mau untuk mengemban tugas dan kewajiban yang mungkin lebih berat dibanding yang tidak, yang dapat kita sebut sebagai mahasiswa pemimpin.

Perihal Pemimpin
Perihal menjadi pemimpin. Seorang pemimpin muda Indonesia pernah mengatakan :  “You are a leader only if you have follower, if you have no follower , you are not a leader”.   

Follower yang dimaksudkan adalah follower yang bukan karena dipaksakan. Seorang pemimpin yang bijaksana tidak boleh menggeneralisasi atau memberikan label. Ini dia mahasiswa apatis, ini dia mahasiswa yang aktif. Tidak ada mahasiswa apatis, yang ada hanya mahasiswa yang berbeda interest. Nah, sebagai pemimpin yang baik dan memiliki cita-cita kesuksesan, alangkah baiknya apabila dapat menyelenggarakan sesuatu, yang berguna tentunya, yang membuat mahasiswa yang berbeda-beda interest ini menjadi tertarik dan bergabung. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, mahasiswa itu pada dasarnya memiliki semangat yang menggelora. ‘Si individualis’ sekalipun juga memiliki passion untuk berbuat sesuatu, tidak mungkin hanya ingin duduk diam di bangku kelas.

Berpendapat mengenai stance atau pernyataan sikap ada hubungannya dengan generalisasi. Agaknya kurang bijaksana apabila mendeklarasikan pernyataan sikap individu atau kelompok menjadi pernyataan sikap masyarakat atau konstituen kita secara general. Sekalipun itu menyuarakan hal yang merupakan kebaikan.

Pemimpin memiliki keunggulan. Pemimpin memiliki kesempatan untuk bersuara dan berbuat lebih. Menjadi pemimpin adalah menjadi pioneer. Dan menjadi pioneer tidak serta merta diikuti dengan followers. Menjadi pioneer bukan memaksakan kehendak. Seringkali ditemukan pada cerita orang sukses bahwa pada awalnya mereka seperti aneh sendiri melakukan tindakan rintisan tersebut. Tetapi mereka berani melakukannya sendiri, tanpa mengatasnamakan pihak manapun. Toh, begitu orang lain melihat, orang lain dapat menilai dan memilih. Apakah saya setuju dengan dia dan akan mengikuti dia, atau ternyata saya merasa ada yang salah dan saya tidak setuju sepenuhnya. Seorang pemimpin yang bijaksana mengetahui, menyadari, dan memaklumi keanekaragaman yang terjadi. Pemimpin memang melakukan aksi yang dilandasi oleh passion dirinya. Bertindak sebagai pioneer, yang kemungkinan besar akan menarik banyak simpatisan apabila memang aksinya dirasakan tepat.

Mengutip tips dari Bapak Anies Baswedan mengenai perihal pemimpin, “Jadilah pemimpin yang bisa dipercaya. Rumus Trust = Kompetensi + Integritas + Kedekatan – (dikurangi) Self-Interest. Habiskan self-interest jadi nol. Maka insyaAllah anda dipercaya, jika anda dipercaya maka anda akan diikuti. Saat anda punya pengikut, maka anda adalah pemimpin! “

Mahasiswa yang aktif merupakan harapan bangsa Indonesia. Dengan aktif berorganisasi di kampus, banyak sekali pelajaran yang akan didapatkan mahasiswa. Pelajaran akademik di ruang kelas tidak cukup rupanya untuk membentuk diri kita. Toh orang belum tentu bisa bermain sepatu roda apabila hanya membaca buku “Teknik Bermain Sepatu Roda” . Orang perlu terjun langsung praktek, bisa stabil diatas sepatu roda, baru orang itu dapat dikatakan bisa bermain sepatu roda!

Namun, yang perlu diingat oleh mahasiswa yang berkegiatan aktif di organisasi yaitu harus tetap meningkatkan dan mengasah kemampuan dirinya. Rupanya, dengan aktif di organisasi saja juga belum cukup. Mahasiswa harus berpandangan kedepan (visioner) dan menyadari kalau dirinya perlu menempa diri untuk menghadapi persaingan global. Sudah saatnya mahasiswa Indonesia memiliki wawasan global. Paham akan Negara Indonesia, tapi juga paham mancanegara. Aktivis kampus juga perlu membekali dirinya dengan kemampuan bahasa asing yang baik, prestasi akademis, dan juga prestasi lainnya yang mungkin prestasi di bidang yang ia senangi.  

Mahasiswa aktivis kampus memiliki keanakaragaman peran. Peran tentunya berbeda dengan passion. Passion melekat pada kepribadian kita, sedangkan peran adalah sesuatu yang timbul setelah seseorang memilih untuk menyandang sesuatu, entah jabatan, atau pekerjaan. Ada yang berperan sebagai pemimpin, peserta, penampil bakat (keahlian tertentu), media, bahkan penggembira. Dinamika peran yang ada akan menghasilkan harmoni yang selaras. Perbedaan peran yang ada memang sangat wajar. Perbedaan peran juga menghasilkan cara berekspresi yang berbeda-beda. Peran penampil bakat tentu akan berbeda dengan peran pemimpin. Begitu juga dengan peran pemimpin, tentu akan berbeda dengan peran penggembira.

Kepemimpinan Mahasiswa
Menjadi pemimpin berarti menjadi penengah, penyemangat, pendorong, pioneer, serta fasilitator. Seorang pemimpin juga harus punya sikap & prinsip, namun harus bijaksana dalam menempatkan diri di tengah-tengah orang yang dipimpin sehingga orang-orang yang dipimpinnya dapat nyaman mengembangkan dirinya masing-masing sesuai dengan passionnya. Seorang pemimpin akan mempersilahkan pendapat dilayangkan, aksi dijalankan. Tetapi tidak untuk mengeneralisasi pendapat seluruh orang yang dipimpin tanpa mengingat adanya perbedaan passion didalamnya. Meskipun pendapat dan aksi yang ingin dilayangkan merupakan sebuah kebaikan dan kebenaran. Ada baiknya memberikan kesempatan bagi komunitas dengan isu spesifik atau kelompok dengan peran yang tepat dalam menyuarakan pendapat atau melakukan aksi. Misalkan saja, isu budaya, dapat diberikan kepada kelompok-kelompok kesenian yang memang memiliki konsentrasi dan kepedulian terhadap budaya, serta lebih mengetahui ‘medannya’. Atau misalkan saja isu kebebasan pers, berikanlah kepada teman media dan pers untuk menyuarakan itu. Apabila kita hubungkan dengan hal-hal sebelum ini, ada satu hal yang mungkin terangkum, yaitu, seorang pemimpin, agaknya kurang pantas menonjolkan passion dan/atau self-interestnya terhadap sesuatu dan menggunakan anugerah melekat (honour) yang dimilikinya untuk mencapai sesuatu tersebut.          

***

Sabtu, 7 Oktober 2012

Tuesday, September 18, 2012

Green Future Leaders Training


Green Future Leaders Training , Sebuah Buah Tangan
oleh 
Finka Hendratantular

Training ini adalah kali kedua diadakan oleh Keuskupan Bandung, bekerjasama dengan Sub Komisi Lingkungan Hidup, Katedral Bandung. Training ini bertujuan memberikan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran akan lingkungan hidup yang kian kritis kepada calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. 
Selama 2 hari 1 malam, peserta diajak menelaah mengenai lingkungan hidup serta mempraktekkan salah satu cara  untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup. 
__________________________________________________________________________________________________
          Bersama Bapak Eka Budianta, yang merupakan sastrawan pemerhati lingkungan hidup, dan tumbuhan sawo pada khususnya, peserta dibekali pengertian mengenai mencintai lingkungan hidup. Untuk mencintai, kita harus memenuhi 3 hal berikut, yaitu : mengenali, merawat dan memelihara, serta mengajak orang lain untuk mencintai. 
          Setiap makhluk hidup mempunyai 3 manfaat, tidak terkecuali tumbuhan apapun, yaitu:
1. Manfaat Ekologis  Sebagai contoh,binatang capung. Capung memiliki manfaat sebagai indikator air dan udara yang bersih. Karena capung hanya mampu dan mau bertelur di air bersih. 
2. Manfaat Ekonomis  Capung di China digunakan untuk mengenali mana panen yang baik (karena capung memakan lalat buah). Selain itu, manfaat ekonomis lainnya, yaitu sebagai inspirasi desain helikopter, juga sebagai informasi. 
3. Manfaat Edukasi  Di Jepang, capung sebagai simbol kecepatan atau akselerasi, presisi (samurai), sedangkan di Inggris, capung sebagai simbol detektif. 

saat presentasi kelompok


hasil karya kami dari koran bekas

mendapat 1st best participant


Foto bersama bapa Uskup 


Temukan keistimewaan kalian!

          Di kalimat mutiara ini, Bapak Eka Budianta mengajak kita untuk menemukan keahlian kita masing-masing. Menjadi seorang ahli bukanlah sesuatu yang mustahil. Ingatlah, kita tidak mungkin tidak bisa menjadi ahli dari sesuatu, karena jenis makhluk hidup ada banyak sekali di dunia ini. Pekerjaan dan lahan kita amatlah banyak. Nah, sekarang, bagaimana kita dapat menemukan ketertarikan kita yang kemudian dapat kita tekuni? 

         Pak Eka Budianta memaparkan beberapa hal : 
Yang  pertama, kita harus membuat list mengenai ketertarikan kita, di isu manakah ketertarikan kita? Misalkan di isu mengenai sumber pangan atau sumber energi. Temukanlah hal yang paling kita sukai, the most interesting thing! 
Yang Kedua, Carilah biaya atau sumber dana, untuk menjalankan kegiatan kita. Apabila kita menekuni sesuatu, kita pasti akan membutuhkan dana pengembangan. Kita tidak perlu bingung dengan keterbatasan dana. Diluar sana, banyak sekali sumber dana yang disediakan. Kita hanya perlu ‘sedikit’ lebih rajin untuk mencari. Carilah di internet, tanyalah pada yang lebih berpengalaman, berpikirlah dan berusahalah! Dimana ada keinginan, disitu ada jalan! 
          Apabila sudah memenuhi 2 hal diatas, maka kita akan mewujudkannya dalam tindakan yang lebih konkret. Lalu, bagaimana urutannya? Ada 6 hal yang harus kita lakukan, yaitu : 
1. Mempunyai (topik yang jelas fokus). Contoh, Elisabeth Wijaya menjadi pakar Bambu dari Indonesia. Topiknya : Bambu 
2. Tenaga Kerja yang handal, komit, konsisten. 
3. Program ini harus dipisah menjadi 3 ronde yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. 
4. Produk. Yang dimaksudkan dengan produk adalah, kita harus dapat menghasilkan produk dari apa yang telah kita tekuni, selain sebagai bukti penelitian kita, juga sebagai bukti kekreatifan kita. Banyak sekali hasil produk yang dapat kita buat. Misal: seminar, ekowisata, produk batik, bross, kaos (souvenir). 
5.  Pasar (stake holder). Untuk menjadikan produk kita terserap, maka kita membutuhkan pasar. Paling tidak, kita memulai dari lingkungan terdekat kita, yaitu keluarga dan teman-teman. Keluarga dan teman-taman yang mendukung, pada akhirnya akan menambahkan semangat kita untuk menghasilkan produk lebih besar. 
6. Networking. Di era globalisasi ini, sudah tidak mungkin apabila kita melakukan sesuatu tanpa memiliki jaringan. Network amat sangat penting dalam lingkup pengetahuan dan penelitian. Disaat kita kehabisan ide dan butuh teman untuk meneguhkan, kita dapat menggunakan network kita yang luas untuk bertukar pikiran dan mencari ide baru yang segar. Kita tidak akan kesepian dan merasa sendiri apabila kita memiliki networking yang banyak. Diantara seluruh manusia di bumi ini, pasti ada saja orang yang sependapat dan satu ide dengan kita. 
Sebagai contoh :
1. Fokus : pantai 
2. SDM : Hanna
3. Program : Pangandaran, penyu, konservasi
4. Produk : jual topi, wisata penyu, tanam terumbu karang, rumput laut, mutiara, OR
Jangka waktu : 10 tahun. 
5. Stake Holder : anak sekolah
6. Networking : Dipasarkan ke Eropa, USA, tentang ombak yang tinggi untuk berselancar, dll.  pariwisata. 

Sumur Resapan
           Setelah kita menemukan interest kita, ada baiknya kita memulai dengan hal yang paling dasar yang dapat kita lakukan. Pengetahuan menganai sumur resapan, baru saya dapatkan di training ini. Bapak Boy dari Sub Komisi Lingkungan Hidup memutarkan video mengenai bagaimana bangunan sekolah Santa Angela Bandung mengalirkan air dikala hujan. Pada saat hujan deras, terlihat tidak ada genangan sama sekali di lingkungan Sekolah Santa Angela. Air yang turun dari langit langsung meresap dan masuk ketempat yang sudah disediakan. Ternyata, Sekolah Santa Angela telah menerapkan sistem sumur resapan pada seluruh lingkungan sekolahnya. Santa Angela memiliki 21 titik sumur resapan. Lalu, apa gunanya sumur resapan? Sumur resapan berguna untuk menampung dan menyimpan cadangan air di kala hujan yang kemudian air yang ditampung dapat dialirkan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih seperti untuk air keran, dll. Dengan adanya sumur resapan, Sekolah Santa Angela tidak pernah kekurangan persediaan air bersih. Karena, air hujan merupakan salah satu sumber air yang masih bersih. Untuk idealnya, setiap 300 meter, harus dibuat 1 sumur resapan. 
           Mungkin, di lingkungan kampus kita Unpar, juga perlu diterapkan metode sumur resapan seperti ini. Kontur lingkungan kampus kita memang lebih sulit untuk menerapkan metode ini dibandingkan dengan lingkungan Sekolah Santa Angela, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Sumur resapan amat sangat kita butuhkan untuk menyimpan persediaan air. Belakangan ini, banyak protes warga sekitar Ciumbuleuit mengenai semakin berkurangnya persediaan air mereka karena kebutuhan air Unpar amat banyak dan mengambil porsi air bersih penduduk. Sebagai Universitas katolik yang menjunjung tinggi kepedulian, salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup perlu dibangun. Kampus kita perlu menambahkan metode sumur resapan ini kedepannya supaya tidak menggangu kebutuhan air bersih penduduk sekitar, paling tidak, kampus kita dapat mandiri dalam penyediaan air bersih. Syukur-syukur bila dapat ‘menyumbangkan’ air bersih pada penduduk dan lingkungan sekitar. 

Pastor Sampah
           Hari berikutnya, adalah sesi bersama Romo Andang, atau pastor yang mendapat julukan ‘Romo Sampah’, dikarenakan kepedulian ‘berlebihan’ terhadap sampah. Di pembukaan sesi Romo Andang, beliau mengungkapkan mengenai 3 masalah pokok di kota besar yaitu : Polusi udara, polusi air,dan polusi tanah. Air tanah juga rusak dikarenakan adanya intrusi air laut, serta pencemaran dari bakteri e.coli. Untuk menjadi ‘pejuang lingkungan hidup’, yang harus kita bangun adalah HABITUS. Habitus, apakah itu? Ada 3 hal yang harus dicapai, yaitu : Kebiasaan sosial, tidak mengedepankan kebiasaan personal, serta bukan hanya kesadaran belaka melainkan perbuatan dan sikap. Dengan melakukan habitus, kita akan menuju pertobatan ekologis. Dengan ajaran Cinta Kasih, kita melakukan pertobatan ekologis. Ajaran Cinta Kasih dalam perilaku terhadap sampah dapat kita lakukan dari hal kecil yang memang dapat kita lakukan. Romo Andang mencetuskan slogan : “Taruh Sampah, Jadikan Berkah! “. Ada arti dibalik slogan ini, maksudnya adalah, sampah itu bukan dibuang, tapi di taruh atau diletakkan, karena masi bernilai dan bisa menjadi berkah. Contohnya saja, koran-koran bekas, dapat kita kilokan dan kita jual, atau bagi saudara kita para pemulung, sampah botol, plastik, kaleng, karet, dll masih dapat dijual dan dijadikan penghasilan.

Dimulai dari Kita
          Hal kecil yang dapat kita lakukan adalah menaruh dan memilah sampah. Kita harus bisa memisahkan, memilah sampah. Supaya mempermudah kita serta saudara pemulung kita untuk menjadikan sampah ini menjadi berkah. Selain itu, dengan kita memilah dan menyisihkan untuk saudara kita para pemulung, kita juga dapat menambahkan nilai sosialisasi kita. Kita akan berkomunikasi dan membangun relasi dengan para pemulung dan orang lain, mungkin pengepul sampah, tukang angkut sampah,dll. Namun, perlu kita ketahui, ada juga hambatan kita dalam mendisiplinkan diri menjadikan pemilahan sampah sebagai habitus kita, konon, kelemahan dasar manusia adalah : pelupa, pemalas, dan egois. Tiga hal negatif inilah yang sekiranya pasti ada dalam diri kita yang menghambat kita untuk membangun HABITUS. Maka dari itu, solusi untuk membangun HABITUS, harus berdasarkan pertimbangan 3 kelemahan dasar manusia ini. Karena manusia pelupa, maka kita harus selalu sabar mengingatkan dan mengingatkan, mengingatkan tidak melulu melalui perkataan tapi juga dapat melalui perbuatan langsung. Misal, saat melihat ada sampah bekas bungkus makanan di jalan, langsung kita pungut, dan kita taruh pada tempat sampah yang berlabel non organik, karena sampah tersebut adalah sampah plastik. Contoh perbuatan akan menjadi pengingat paling ampuh bagi kawan-kawan kita. 
Untuk mengatasi kelemahan manusia yang kedua yaitu pemalas, kita juga harus extra melakukan penyediaan. Kita perlu memperbanyak sarana dan prasarana yang sekiranya dibutuhkan dalam upaya menyukseskan HABITUS. Manusia yang pemalas, akan malas mencari tempat pembuangan sampah yang tidak terlihat dari mata mereka. Maka dari itu, untuk membantu teman-teman kita membangun HABITUS, perlulah kita bantu dengan sarana dan prasarana. Lalu, kelemahan ketiga adalah keegoisan manusia. Manusia tidak peduli akan orang lain, mereka cenderung hanya peduli dengan dirinya sendiri atau maksimal sanak keluarganya. HABITUS akan sulit dibangun oleh karena sifat egois manusia. Upaya kita sebagai ‘pejuang lingkungan hidup’ adalah memberikan pengertian pada para ‘egois people’ ini mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup, dikarenakan manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan manusia lain dan pastinya lingkungan hidup. ‘Pejuang lingkungan hidup’ harus sadar betul bahwa tugas mereka tidak mudah. Diperlukan keteguhan, kesabaran, dan niat yang kuat untuk menjadikan hal ini sukses. Diperlukan pendidikan serta kedisiplinan dalam mencapainya. Ingatlah analogi ini. Simbol sebuah salib atau tanda tambah. Garis horisontal ke kanan menganalogikan bahwa kita harus mencintai sesama kita dan garis horisontal ke kiri menganalogikan bahwa kita harus mencintai musuh kita. Garis vertikal keatas dianalogikan bahwa kita harus mencintai Tuhan kita, garis vertikal kebawah diartikan bahwa kita harus mencintai bumi pertiwi kita. 

Pengetahuan pemilahan Sampah dari Romo Andang :
Dirumahnya, Romo Andang melakukan 7 pemisahan/pemilahan sampah, yaitu :
1. Sampah Plastik
2. Sampah Kertas
3. Sampah Organik
4. Sampah sangat kotor (misal bekas makan, tulang,dll)
5. Sampah Karton dan Kardus
6. Sampah Beling
7. Sampah Kaleng

          
Lalu, Sampah di Ba- Gai- Ma- Na- Kan ??
Banyak sekali yang dapat kita lakukan, teman-teman. Teman-teman yang aktif di lingkungan kampus, misalkan aktifis himpunan, dapat mengadakan acara beres-beres kamar kosan bersama dan mengajak teman-teman seprogram studi. Tujuannya apa? Yaitu mengumpulkan barang-barang yang tidak berguna, sekalian memilah, lalu dikumpulkan dan dapat diberikan pada saudara pemulung atau mungkin dijual sendiri untuk danus (dana usaha) sesuai dengan kelompok sampahnya masing-masing. Sampah kertas, karton, kardus, koran, kaleng, beling, banyak sekali menumpuk di kamar bukan? Mungkin, inilah saat yang tepat untuk menjadikan kamar kos kita menjadi nyaman seperti sedia kala. Yang selama ini kamar kita penuh debu, barang kurang penting dan amat berantakan, bisa sekalian kita bersihkan supaya kita juga merasa lebih nyaman dengan kamar kita. 
Selain itu, bisa juga kita bersama-sama mengajukan proposal untuk menyediaan tambahan tempat sampah, sekaligus pemilahannya. Tidak usah harus 7 kelompok pemilahan sampah seperti yang dilakukan Romo Andang, tetapi bisa dengan 2 pemisahan/pemilahan saja, yaitu organik dan non organik. Dengan menjadi pencetus, kita pun menjadi pioneer yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini tidak sulit kawan, apabila kita mau mengerjakannya bersama-sama. 
Atau mungkin, teman-teman aktifis media kampus dapat menyebarkan jargon serta propaganda bagi kawan-kawan semua untuk lebih peduli lingkungan, atau memilah sampah, atau membuang sampah pada tempatnya, dll. Saya percaya, aktifis media pasti lebih kreatif dalam membuat jargon ataupun propaganda yang dapat mengena di hati dan pikiran kita-kita. Sebagai contohnya, dahulu, budaya antre di Jakarta masih sangat minus. Tetapi, sejak ada jargon “ Bebek aja bisa antre..” itu membuat hati dan pikiran masyarakat Jakarta jadi terketuk (red. tersepet) dan mulai menjadikan antre sebagai budaya. Seperti itulah kira-kira contoh jargon yang kreatif yang mungkin bisa dikembangkan oleh teman-teman aktifis media. 
Untuk teman-teman yang lebih ingin praktek dan terjun langsung, bisa juga memanfaatkan networking, yaitu dengan membangun kerjasama dengan LSM atau Organisasi yang memang concern dengan isu lingkungan. Misalkan Clean Up the World, GROPESH, Greenpeace, Biru Voice, dll. Kita dapat menerapkan metode biopori di lahan-lahan yang ada di Unpar. Misalkan di taman FISIP, atau taman yang ada di sebelah sekretarian Bela Negara,dll. Adakanlah satu dua hari untuk melakukan kegiatan semacam ini. Selain bermanfaat, juga dapat menumbuhkan HABITUS pada diri kita masing-masing. Atau mungkin, bisa juga praktek membuat pupuk kompos dari sampah organik. Mungkin pupuk kompos yang dihasilkan dapat diberikan pada orang-orang yang bermata pencaharian sebagai petani di sekitar lingkungan kampus kita, Ciumbuleuit. 
Masih banyak cara-cara yang dapat teman-teman lakukan untuk membuktikan kepedulian teman-teman terhadap lingkungan. Sesuai dengan ketertarikan serta profesi kita masing-masing, kita dapat berkarya. Coba teman-teman pikirkan, apakah saat ini masih ada satu profesi pun yang memperbolehkan kita untuk menyangsikan isu lingkungan? Dokter, Diplomat, Kontraktor, Arsitek, Manajer Industri, Presiden, Sekretaris, Penulis, dll. Semua profesi ini mengharuskan kita memahami isu-isu lingkungan. Apabila tidak paham, maka tidak akan bisa berkembang. Sebagai mahasiswa, marilah kita menjadi pioneer menjadi teladan dalam bukti kepedulian kita terhadap bumi dan lingkungan hidup kita. Sebagai kaum intelek dan aktifis, wajiblah hukumnya kita untuk memulai lebih dulu berdisiplin demi mewujudkan HABITUS cinta dan peduli akan lingkungan hidup. Ingatlah, apabila kita baik pada alam, maka alam pun akan baik pada kita. Selamat berkarya! Salam Mahasiswa, Salam Pejuang Lingkungan Hidup! 

Minggu, 19 Agustus 2012 , ditengah Hari Raya Idul Fitri, dengan semangat Kemerdekaan. 

Ttd.
Finka Ht.        
          
      

Tuesday, April 24, 2012

DUA Puluh DUA April DUA Ribu DUA Belas

Selamat Ulang Tahuuunnn!! Tiba-tiba muncul kepala Made dari bawah tangga. Aduh! super kaget rasanya sampai lompat dan jatuh! 

Hari itu, aku merayakan hari jadiku yang ke-21 bersama dengan teman-temanku tersayang. Aku baru saja kembali dari acara ukm bulutangkis pada pk 14.00 dan aku langsung beristirahat. Sampai pk 15.00 aku terbangun sejenak karena Cink2 memanggil, tapi setelah itu akupun tidur lagi sampai pada pk 17.30 Tazia memanggil dan memberikanku kado super imut! :)
Setelah merasa cukup tidur, aku bangun dan mengerjakan beberapa hal sesuka hati seperti membereskan ranjang atau sekedar menyapu. Kemudian akupun online. Tidak lama, Cink2 mengajakku makan malam keluar. Kebetulan perutku juga sudah lapar aku pun dengan senang mengiyakan. Kami makan ayam panggang di racun. Setelah itu aku dan Cink2 ke tusep membeli beberapa barang seperti syampoo, sabun, dll yang kebetulan sudah habis.











Setelah itu, kami pun pulang seperti biasa. Rencananya, sepulang kost, aku ingin mengupload foto-foto di Lembang kemarin. Kami tiba dikosan dan aku sempat nyeletuk pada Cink2, "Yah, Tazianya udah pergi". Setelah itu aku berniat kembali kekamar masing-masing. Selangkah dua langkah dan langkah ketiga, aku dikejutkan oleh muka Made yang menyodorkan kue, kagetnya bukan main. Ternyata masih banyak teman-teman lain di bawah tangga! Ya Tuhaannn, senangnya hari iniii. 
Kulihat ada Balon berwarna warni yang di bawa oleh mama Tri dan Sari. Aku senang sekali melihatnya. Kami pun berfoto bersama. Kami berpose tiga kali. Dan setelah itu, dalam hitungan ketiga, byuurrr aku disiran air oleh Tazia! Emang deh ya si ibu satu ini paling iseng. Ckckckck. Dan setelah itu, ada lemparan kacang, kopi, susu, dll udah gatau lagi apa itu. Rambut jadi bau tidak karuan, kaku pula. Untung saja sudah beli sabun dan shampoo. Beberapa menit kami bermain di halaman, lalu potong kue pun dimulai. Enak sekali sudah lama tidak makan kue brownies. Setelah itu aku mandi dan teman teman menunggu di kamar. Habis itu kami berfoto-foto tidak jelas (sangat). Tapi tentu pasti menyenangkan! :D
Ou, thanks God, thanks April 

Friday, April 20, 2012

Jumat, 20 April 2012, Pk 09.00 jadwal sidang kami. Saya, Jason, Dimas Bp, dan beberapa teman lainnya. Perasaan saya cukup tenang, walaupun persiapan yang terbilang amat sedikit. Saya dan Dimas Bp dibimbing oleh orang yang sama yaitu Mas Pur.

Pk 08.30 saya tiba di depan ruang sidang. Ternyata saya orang pertama yang tiba. Selang beberapa menit, Dimas Bp datang dengan kostum hitam-hitam (kemeja, celana bahan, dan sepatu pantovel hitam) dan *ups disertai dasi merah! seperti akan konser psm! ehehehehe. Kami pun seperti biasa berbincang. Kemudian teman-teman lain pun berdatangan, ada Ayu, Aci, Jason, dll.
Kami bersama-sama menunggu penguji kami. Jason dkk masuk ruang sidang III. Mas Pur masih belum datang. Kami menunggu, hampir Pk 10, mas Pur baru datang dan kami ber empat pun masuk ke ruang Sidang II. 

Suasana campur aduk, ada tegang ada santai. Saya memilih untuk santai. Seperti yang sudah dikatakan mas Pur, kami pun secara bergilir menjawab 3 pertanyaan yang sebelumnya sudah kami siapkan. Ada beberapa revisi yang harus kami lakukan. 

Semuanya telah kami catat di kertas hijau yang disiapkan mas Pur sebagai kontrak belajar kami. Kami diwajibkan memberikan progress setiap dua minggu sekali. Dan kami bebas memilih kapan kami akan mengumpulkan hasil revisi kami. Dan aku pun memilih tanggal 14 Mei, yaitu sebelum UAS. Jadi, sampai bertemu di tanggal 14 Mei! 

Oh iya, ini beberapa foto waktu sebelum dan sesudah sidang tadi :)

sama Elrita Susanto

Terimakasih teman-teman :) Adi, Made, ada Emil , Sari, Tri, Arum :)
  

Thursday, April 19, 2012

Lihatlah Girly Things ini! oh how blessed to be a girl! :)

angel's doll



jewelry
a girl's room!
sister's love

pinky bear!